Awalnya
pada saat pendaftaran mahasiswa baru saya berfikir semua akan berjalan lancer
dan mulus-mulus saja seperti pada saat jaman SMA dulu. Ternyata setelah mencari
dan berusaha untuk masuk universitas yang saya impikan, saya dihadapkan pada
pilihan yang sangat sulit. Akhirnya saya memilih welding engineering sebagai
naungan untuk mencari ilmu dan bekal hidup saya. Setelah melalui serangkaian
tes di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya akhirnya kita para maba dikirim ke
AAL ( Akademi Angkatan Laut) untuk pendidikan kedisiplinan. Disinilah awal
dimana kita dihadapkan pada kepercayaan diri kita karena kita dikelompokkan
secara acak dan tidak saling kenal satu sama lain.
Setelah
berperang di AAL, perjuangan baru pun dimulai. Sebagai agent of change atau
agen dari perubahan kita dilatih mandiri , selain mandiri kita juga harus
kompak. Kompak itu adalah saling menolong, saling melengkapi, saling mendukung,
saling menemani, saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling toleransi
dalam melakukan sesuatu secara seiring dan seirama satu sama lain. Berawal dari
AAL kita dituntut untuk kompak dan selalu berusaha, niscaya kesuksesan akan
kita raih dimasa depan dengan besama-sama satu angkatan. Sebagai contohnya
yaitu bila ada teman kita dalam satu angkatan yang belum mendapatkan pekerjaan
maka kita harus membantunya karena mereka semua adalah keluarga kita yang telah
belajar bersama sama selama 4 tahun jadi kita harus membantu keluarga kita
tersebut.
Setelah itu dalam
satu angkatan sudah kompak maka kita harus menjalin kekeluargaan dengan senior
kita agar semua warga teknik pengelasan menjadi satu keluarga yang utuh dan
saling membantu satu sama lain. Sesuai dengan jargon kita yang berbunyi WE
BROTHERS. Dari jargon WE BROTHERS tersebut yang dimiliki olah warga teknik
pengelasan ini mengartikan bahwa seluruh angkatan pertama sampai angkatan akan
datang harus menjunjung tinggi kekompakan dan kekeluargaannya.
Menurut saya
kekeluargaan itu sangat diperlukan, contohnya pada acara besi tuang ini kita
dihadapkan pada senior dan itu sangat menguntungkan karena saya secara pribadi
mendapat bekal ilmu yang berguna bagi saya untuk menghadapi perkuliahan
kedepan. Sekarang saya memiliki sedikit gambaran tentang masa depan saya dan
mau menjadi apa saya dimasa mendatang. Saya hanya menyayangkan ada sebagian
teman-teman yang tidak sungguh-sungguh dalam perkuliahan dan ada juga yang
masih ragu ragu akan teknik pengelasan tercinta ini.
Saya berharap
kepada teman teman satu angkatan semoga dimasa mendatang akan lebih dan lebih
kompak lagi dari para senior kita. Begitu pula angkatan selanjutnya semoga
lebih kompak dari angkatan saya. Dan juga para senior kami semoga lebih peduli
lagi terhadap adik tingkatnya sehingga istilah senior dan junior tidak ada lagi
seperti yang telah digadang gadangkan sejak awal perkenalan dahulu. Semoga juga
himpunan teknik pengelasan menjadi himpunan terbaik di kampus PPNS dan di
Indonesia sehinnga teknik pengelasan dapat dikenal diluar sana dan tidak
dipandang sebelah mata dan diremehkan lagi oleh segelintir orang.


